Rabu, 02 Agustus 2023

PRESENT CONTINUOUS TENSE

 



Apa Itu Present Continuous Tense?


Arti present yaitu masa sekarang, jadi, pengertian present continuous tense adalah bentuk tense yang dapat  digunakan untuk menjelaskan sesuatu atau menyatakan kegiatan  yang sedang berlangsung selama waktu tertentu pada masa sekarang (present).

Bentuk ini menunjukkan bahwa aksi tersebut terjadi sebelum (begins before), selama (is in progress at the present), dan berlanjut setelah (continues after) waktu atau aksi lainnya.

  • Linda  is warming up the car while Rudi looks for his new leather coat.
  • They are eating at Mira's favorite restaurant today.
  • They are sitting at Mira's favorite booth, the one with the sparkling red plastic seats.
  • The waiter is standing behind the counter right now with a notepad in his hand and pencil behind his ear.
  • “Are you waiting to open your presents after you eat your pancakes?” said Aunt Christine, taking a sip from her root beer.

Rumus Present Continuous Tense 

Rumus present continuous tense untuk kalimat positif adalah subject + be (am/are/is) + verb1 -ing + complement.  

Adverb of Time dalam Simple Present Continuous Tense

Kata keterangan waktu dalam present continuous tense terbagi menjadi dua, yaitu:

Waktu di mana pembicaraan sedang terjadi a.k.a at the time of speaking. Keterangan ini dapat kamu gunakan saat melakukan pembicaraan sambil melakukan aktivitas lain di waktu bersamaan. 


Aktivitas atau kegiatan yang kamu lakukan terjadi di sekitar waktu pembicaraan (around the time of speaking).


Penggunaan Kalimat Present Continuous Tense


1. Things that are happening now (menunjukkan sesuatu yang sedang terjadi atau sedang berlangsung)

Kalau melihat lagi contoh percakapan di awal artikel ini, kalimat tersebut memiliki fungsi untuk menunjukkan aksi yang sedang terjadi. Contoh:

(+) I am writing this letter to express my longing to my boyfriend. (Aku sedang menulis surat ini untuk mengekspresikan kerinduanku pada pasanganku.)
(+) She is reading a romance novel right now. (Dia sedang membaca buku sekarang.)
(-) They are not eating the cake. (Mereka tidak sedang memakan kue.)
(-) He is not dancing on the stage. (Dia tidak sedang menari di atas panggung.)
(+) Is mom cooking now? (Apakah Ibu sedang memasak sekarang?)
(+) Are you crying right now? (Apakah kamu sedang menangis sekarang?)

2. Temporary event (menyatakan tindakan yang lebih lama terjadi, namun hanya dalam waktu sementara saja)

Bedanya dengan poin ke-1 adalah, biasanya pada fungsi pertama menunjukkan suatu aktivitas berlangsung dalam waktu yang sebentar. Nah, sedangkan fungsi yang satu ini dapat kamu gunakan untuk menceritakan kejadian berlangsung dalam waktu yang agak lama, namun hanya terjadi sementara saja. Contoh:

(+) He’s studying a new language at the moment. (Dia sedang belajar bahasa baru sekarang.)
(+) She’s upgrading her computer skill at the moment. (Dia sedang meningkatkan keterampilan komputernya sekarang.)

3. Talk the action around the time of speaking (membicarakan aksi yang terjadi di sekitar waktu pembicaraan)

Seperti yang sudah kamu baca sebelumnya tentang adverb of time dari present continuous tense, jadi tenses ini dapat digunakan untuk memberitahu suatu aktivitas, yang mana aktivitas tersebut terjadi di sekitar waktu pembicaraan. Contoh kalimatnya:

(+) Rani is taking three classes this semester  (Rani mengambil tiga kelas di semester ini.)
(-) Arnold is spending a lot of his money this week. (Arnold menghabiskan banyak uangnya minggu ini.)

4. A new pattern or habit (menyatakan kebiasaan baru)

Salah satu cara yang cukup menarik dalam penggunaan present continuous tense adalah untuk menggambarkan peristiwa atau tindakan yang baru dan berbeda dari peristiwa di masa lalu. Dalam hal ini, tense dapat digunakan untuk menonjolkan kontras antara  yang lama dan yang baru. Lihat contoh berikut:

(+) These days, people are writing emails a lot less than they used to a few years ago. (Hari ini, orang-orang menulis email jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu.)

5. Future plans (menceritakan sesuatu yang sudah dibahas atau direncanakan sebelumnya dan akan terjadi dalam waktu dekat)

Eh, kamu sudah baca artikel tentang simple future tense belum? Soalnya, fungsi ini pernah kita bahas juga di artikel tersebut, lo. Jadi, kamu dapat menggunakan present continuous tense untuk membicarakan rencana yang sudah pasti akan terjadi dalam waktu dekat. Contoh:

(+) When we arrive at the airport, we are taking a private car direct to the hotel. (Saat sampai di bandara, kita menaiki kendaraan pribadi untuk langsung ke hotel.)
(+) My manager is promoting Stacey to be the new lead team next month. (Managerku mempromosikan Stacey untuk menjadi pemimpin tim yang baru di bulan depan.)



sumber : 

https://www.google.com/search?q=gambar+present+continuous+tense&oq=gambar&aqs=chrome.2.69i57j69i59j0i67i650l2j0i131i433i512l6.254384841j0j15&sourceid=chrome&ie=UTF-8#vhid=MN2BnRbSyxltiM&vssid=l

https://www.english-academy.id/blog/pengertian-dan-rumus-simple-future-tense

https://www.english-academy.id/blog/present-continuous-tense-pengertian-rumus-fungsi-contoh-kalimat

https://www.english-academy.id/blog/present-continuous-tense-pengertian-rumus-fungsi-contoh-kalimat


<

Minggu, 30 Juli 2023

LEGEND ( NARRATIVE TEXT )





Legenda adalah bentuk cerita rakyat yang tersebar luas di masyarakat dan bersifat melegenda. Cerita legenda sering diartikan sebagai cerita tentang asal usul suatu daerah, tempat, pusaka, atau sesuatu yang bernilai sejarah. 

Ciri-Ciri Cerita Legenda

  • Karakteristik yang seolah-olah benar-benar terjadi
  • Sekuler atau biasa-biasa saja
  • Tokoh legendaris adalah rakyat biasa
  • Sejarah kolektif berbeda dengan sejarah aslinya
  • Sebuah cerita yang sering memutar balikkan sejarah
  • Berdasarkan pergerakan di alam
  • Sifat siklus yang berarti mencerminkan karakteristik waktu tertentu.

Struktur Cerita Legenda

Struktur teks legenda terdiri dari empat bagian: Orientasi, komplikasi, solusi, kode atau urutan. Berikut ini adalah penjabaran dari keempat struktur teks legenda tersebut:

  • Orientasi pada cerita legenda adalah bagian pertama dari cerita. Termasuk pengenalan cerita legenda, latar belakang, karakter, pengaturan lokasi, dan waktu peristiwanya
  • Komplikasi adalah masalah atau gangguan yang terjadi pada karakter. Selain itu, ada puncak masalah, diikuti oleh puncak masalah
  • Setelah masalah meningkat, muncul solusi berupa upaya untuk mengatasi masalah tersebut
  • Bagian terakhir dari struktur legenda adalah kode atau amanat. Cerita legenda biasanya memiliki pesan moral yang dapat dipelajari pembaca setelah mendengarkan legenda tersebut.

Unsur-Unsur Cerita Legenda

1. Tema

Tema adalah ide dasar yang mendukung ciri-ciri sastra dan mengalir ke dalam teks.

2. Tokoh

Tokoh adalah seorang aktor dalam cerita fiksi. Tokoh-tokoh dalam cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyebar pesan, pesan, atau sesuatu yang sengaja disampaikan kepada pembaca. Karakter dapat dibagi menjadi tiga jenis berikut berdasarkan karakteristiknya.

  • Tokoh utama adalah karakter utama yang diceritakan dalam cerita. Karakter ini berperan dalam sebagian besar rangkaian cerita dari awal hingga akhir cerita. Secara umum, tokoh utama ini digambarkan memiliki kualitas yang baik. Namun, tidak jarang protagonis diceritakan dengan cara yang aneh, unik, atau bahkan jahat
  • Berlawanan (umumnya bermusuhan) kepribadian. Dalam arti, musuh adalah karakter yang selalu menghadapi pahlawan. Musuh umumnya digambarkan sebagai karakter yang buruk
  • Karakter pendamping (peran ketiga) adalah tokoh sekunder dalam cerita

  • 3. Plot
  • Plot adalah peristiwa yang sifatnya tidak sederhana seperti yang digambarkan dalam cerita. Peristiwa-peristiwa ini disusun berdasarkan kausalitas historis. Unsur plot umumnya dibagi menjadi tiga jenis: maju, mundur, dan campuran.

    4. Latar

    Setting adalah latar yang mendasar dari peristiwa cerita. Latar dibagi menjadi tiga bagian: latar tempat atau lokasi, waktu, dan suasana.

    • Latar tempat merupakan informasi dalam cerita yang menjelaskan tempat terjadinya cerita. Misalnya bercerita tentang kerajaan, desa, hutan, pantai, langit, dan sebagainya
    • Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dongeng, misalnya di pagi hari, sore, tahun, matahari terbenam, dll
    • Setting atau latar suasana adalah informasi yang mencerminkan suasana peristiwa dongeng. Misalnya, orang hidup damai, hidup dalam ketakutan akan raja yang kejam, dan hutan menjadi ramai setelah ada bidadari

    5. Perspektif

    Perspektif adalah sudut pandang yang menyatakan posisi pengarang. Yakni bagaimana cara pengarang menceritakan peristiwa yang terdapat dalam cerita. Perspektif umumnya dibagi menjadi dua jenis seperti berikut ini:

    • Orang pertama: Pengarang berperan sebagai orang pertama yang menjadi tokoh utama atau tokoh tambahan dalam cerita
    • Orang Ketiga: Pengarang berdiri di luar cerita dan tidak terlibat langsung dalam cerita
    • Campuran: Pengarang menggambarkan tokoh dalam cerita dengan mengacu pada nama tokoh atau pihak ketiga yang mengatakan “dia”.

    6. Pesan

    Pesan adalah amanat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.



Cerita legenda Surabaya sebagai narrative text yang ada di atas, memiliki struktur berikut ini:
  • Orientasi, yang berfungsi untuk memperkenalkan penokohan, latar belakang beserta waktunya.
  • Orientasi pada contoh teks di atas berada pada paragraf pertama.
  • Komplikasi, bertujuan untuk menyampaikan konflik yang terjadi dalam cerita, dan dianggap sebagai inti cerita. Dalam kisah Surabaya, komplikasi berada pada paragraf 1 dan 2.
  • Evaluasi, yang berada pada paragraf ketiga dalam contoh di atas merupakan rantai kejadian dalam komplikasi, dan berfungsi untuk memberikan alasan terhadap adanya konflik dalam komplikasi.
  • Resolusi, berfungsi untuk menggambarkan upaya tokoh untuk memecahkan persoalan dalam komplikasi, berdasarkan alasan yang terdapat dalam evaluasi. Resolusi berada di paragraf ketiga ketika Sura kalah dan kembali ke laut untuk tak mengusik Baya.
  • Unsur/Kaidah Kebahasaan Narrative Text
  • 1. Simple Past Tense

    Karena erat kaitannya dengan kisah atau cerita di masa lampau, maka tenses yang paling umum dipakai dalam narrative text adalah past tense dengan perubahan bentuk kata kerja menjadi Verb 2 ( S + Verb  2  ) 

    2. Action Verb


    Action verb adalah jenis kata kerja untuk menyatakan suatu aksi atau kegiatan yang tampak dan bisa dilihat oleh orang lain. Action verbs umum digunakan dalam teks naratif untuk menceritakan kronologis kejadian dan aktivitas apa saja yang dilakukan oleh tokoh di dalam cerita. 

     Action Verb adalah kata kerja untuk mengungkapkan sesuatu yang dapat dilakukan atau dilakukan oleh seseorang, hewan, objek, atau kekuatan alam, seperti dalam, “The water gurgled all the way down the sink.” (Air menggelegak sampai ke bak cuci). Contoh lain action verb yang menggunakan simple past tense adalah sent, killed, etc. 

    3. Saying and Thinking Verb

    Selain menggunakan action verb, kata kerja lainnya yang sering muncul dalam teks naratif adalah saying and thinking verb. Saying verb adalah kata kerja untuk mengindikasikan tindakan speaking, contohnya tell, say, etc.

    Sementara itu, thinking verb adalah kata kerja yang berfungsi untuk menginformasikan pada pembaca tentang apa yang dipikirkan oleh tokoh cerita mengenai suatu peristiwa dalam cerita. Contoh verb-nya adalah thought.

    4. Conjunction of Time

    Karena teks naratif adalah cerita yang berbentuk kronologis, maka kamu bisa menggunakan conjunction of time untuk menghubungkan alur dari setiap latar waktu yang berbeda, sederhananya untuk mengurutkan kejadian-kejadian.

    Conjunction of time adalah kata hubung dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan keterangan waktu. Contohnya adalah before, after, as soon as, until, till, dan masih banyak lagi.

    5. Adjective 

    Seperti yang kita tahu, adjective adalah kata sifat. Biasanya, dalam teks naratif, kata sifat ini berperan untuk menggambarkan atau menjelaskan karakteristik spesifik setiap tokoh yang disebutkan dalam cerita. Contoh, Aladdin is a poor man, Cinderella is a beautiful girl.

    6. Noun

    Selanjutnya, dalam teks naratif kita akan sering menemukan noun sebagai kata ganti orang, hewan, atau benda tertentu. Misal, ada teks naratif yang menceritakan tentang Ratu Elizabeth atau tentang Raja William.


     



SIMPLE PAST TENSE

  https://kampunginggrisbandung.co.id/simple-past-tense-mengungkapan-kejadian-yang-telah-lalu/ Pengertian  Simple Past Tense adalah bentuk k...